
Semua orang di dunia ini pasti punya papa.
karena ga ada satu pun anak yang terbentuk di rahim seorang ibu, tanpa sumbangsih dan perjuangan satu dari ribuan sperma dari seorang ayah.
Saya juga punya ayah *ya iyalah..kalo ga, darimana asal gw?
hampir 21 tahun hidup dengan mengenal sosoknya dari waktu ke waktu, inilah figur ayah saya bagi saya..
Ayah saya seringkali terlihat acuh dan tak peduli,
Ayah saya sering pergi (bukan kabur!) tanpa mengatakan kemana tujuannya,
Ayah saya juga suka melupakan tanggal ulang tahun saya,
Ayah saya suka tidak menghargai hadiah ulang tahun yang saya berikan untuknya,
Ayah saya suka mengkritik saya untuk alasan yang menurut saya tidak masuk akal dan sepele,
Ayah saya pernah tidak menepati janjinya, padahal janjinya itu adalah hal yang saya tunggu-tunggu,
Ayah saya memberikan beban di pundak saya dengan menyampaikan harapan-harapannya,
betapa menyebalkannya dia..
tapi, dia juga
Ayah yang rela menjadi korban gigitan ganas mama ketika kesakitan melahirkan saya,
Ayah saya yang mengajari saya setiap malam dan memukul tangan saya bila saya salah mengeja,
Ayah saya yang terus mendorong saya unutk membuktikan bahwa saya bisa melakukan hal-hal sulit itu,
Ayah saya yang memarahi saya ketika saya bersikap salah sebagai kakak bagi adik2 saya,
Ayah saya yang menyembunyikan kebanggaannya dengan sempurna ketika saya mampu menaklukkan hal-hal yang sulit, disembunyikannya rasa bangganya agar saya tidak besar kepala katanya..
Ayah saya yang tidak lelah bekerja untuk menghidupi keluarga kami,
Ayah saya yang membawa setiap anak-anaknya dalam pikiran dan hatinya ketika lelah yang amat sangat datang menghampiri tubuhnya yang semakin menua,
Ayah saya yang waktu kecil menggendong saya ke dokter ketika tengah malam saya kesulitan bernapas,
Ayah saya yang menangis dalam doanya, ketika ia kecewa dengan ratusan kata-kataku yang menyakiti hatinya,
Ayahku yang meski terlihat begitu menyebalkan, ia juga sangat menyesal ketika ia tidak mampu mewujudkan mimpi-mimpiku,
Ayahku yang terus mengingatkanku "hidup ini tidak mudah, anakku.."
Ayahku yang mengantarkanku pergi mengikuti banyak tes masuk perguruan tinggi.
Ayahku yang dengan keras melarangku untuk terlalu cepat luluh pada rayuan laki-laki yang mungkin bisa menyakitiku,
Ayahku yang selalu ada untuk melindungiku jika suatu waktu ada yang mencoba menyakitiku,
Ayahku yang memiliki ketulusan dan kasih sayang sekuat baja dibalik keras wajahnya,
Ayahku yang akan mengantarkanku ke depan altar untuk menjalani hidup yang baru bersama lelaki yang ia percaya; mimpi-mimpiku tentang pernikahan takkan lengkap tanpa kehadiran sosoknya :)
Ayahku yang semakin hari semakin menua,
tangan kuatnya yang dulu menggendongku tak lagi begitu kuat untuk menggendongku,
lengannya yang tangguh kini mungkin tak lagi begitu kokoh untukku menyandarkan kepala,
matanya yang dulu memancarkan kekuatan dan kegigihan kini harus tertutupi dengan lensa
plus; pertada penglihatannya melemah,
rambutnya yang hitam dan lurus kini dihiasi rambut putih yang semakin lama semakin banyak,
kulitnya pun tak sesegar dulu,
kakinya tak lagi bisa dipakai untuk berlari mengejarku seperti saat mengejarku jika aku kabur dari rumah semasa kecil dulu,
ia memang kelihatan berbeda, ia kelihatan tak sama.
tapi ia tetap ayahku, yang akan melindungiku dengan cara apapun dalam kelemahannya sekali pun..karena aku putri kesayangannya..
Selain Tuhanku, kau adalah pria yang pertama kali kukasihi..
dalam semua keterbatasan dan kehebatanmu, juga pertengkaran kita,
aku tidak menyesal Ia menitipkanku padamu..
Terima kasih papa..
I love you.. <3